BRSAMPK ANTASENA MAGELANG - Widyawisata Dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat


Widyawisata Dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat
Tanggal: Jumat, 27 November 2020
Topik: UPT


Balai Anak Antasena Magelang Lakukan Kegiatan Terapi Psikososial Melalui Kegiatan Widyawisata Dengan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Magelang (28 November 2020) - Balai Anak Antasena melaksanakan kegiatan Terapi Psikososial Melalui Kegiatan Widyawisata Bagi Penerima Manfaat. Sebelum berangkat seluruh penerima manfaat diberikan pembekalan oleh Faisal selaku Kepala Balai Anak Antasena sekaligus melepas peserta menuju lokasi kegiatan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang kepariwisataan, menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan rasa cinta tanah air, menuangkan hasil pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung ke dalam refleksi kehidupan sehari-hari, mengatasi kejenuhan dan memberikan suasana baru bagi penerima manfaat dalam mengikuti proses rehabilitasi sosial, meningkatkan kemampuan sosial serta penguasaan diri penerima manfaat menuju perilaku yang adaptif, produktif, partisipasif, dan rekreatif.

Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 25 s.d 28 November 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 40 orang, terdiri dari 25 penerima manfaat dan 15 orang pendamping.

Kegiatan Terapi Psikososial Melalui Kegiatan Widyawisata dilaksanakan di beberapa lokasi yang ada di Banyuwangi, yakni Pendopo Banyuwangi “Shaba Swagata Blambangan”, UMKM Rumah Produksi Pengolahan Ikan Ibu Emi, Air Terjun Jagir, Taman Baluran, Pantai Bangsri Banyuwangi, dan Resto Daipoeng melihat tarian gandrung Banyuwangi.

“Bangunan paling depan adalah pendopo itu sendiri. Sebuah ruang terbuka dengan balok kayu sebagai soko guru. Lantainya masih berupa tegel abu-abu model lama. Lantai itu pernah diganti dengan granit, tetapi kemudian dikembalikan lagi ke aslinya. Di belakangnya berdiri bangunan utama yang jadi rumah tinggal bagi Bupati Banyuwangi. Bangunan bergaya kolonial itu punya teras depan dan belakang yang disebut pringgitan”, Tutur Fa’at selaku Guide Lokal pada hari kedua.



 

Lokasi kegiatan widyawisata  ke dua yakni UMKM Rumah Produksi Pengolahan Ikan Ibu Emi. Disini peserta mempelajari berbagai macam olahan ikan laut, seperti sambal tuna, sambal ebi, sambal teri, dan olahan ikan lainnya. "Mulai usaha pada tahun 2014, dengan fokus bahan dari ikan laut. Dalam waktu satu hari sebelum adanya covid-19 dapat membuat varian olahan sekitar 30 – 40 olahan dan dengan kemasan yang berbeda. Tetapi dengan adanya covid-19 ini turun banyak”. demikian yang disampaikan Emiwati.

Selanjutnya penerima manfaat melihat dan menikmati Air Terjun Jagir. Air terjun ini terletak di Dusun Kampung Anyar, Desa Taman Suruh, Kecamatan Glagah. Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. “Terdapat 3 aliran air terjun di tempat ini. Dua air terjun berdekatan dengan ketinggian sekitar 20 meter, sedang yang satunya berjarak sekitar 300 meter dengan ketinggian 40 meter. Banyak yang menyebut tempat ini dengan air terjun three in one, air terjun kembar”. Tutur Fa’at selaku Guide Lokal. Ditempat ini peserta bermain air sepuasnya.

Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang kepariwisataan peserta disuguhkan tarian gandrung, salah satu kesenian khas yang menjadi icon Kabupaten Banyuwangi. Tari yang masih satu aliran dengan Jaipong (Jawa Barat) dan Ronggeng (Jawa Tengah) ini menjadi hiburan rakyat di acara-acara hajatan. Tari Gandrung biasanya disuguhkan dalam menyambut musim panen raya, resepsi pernikahan, khitanan, serta seremonial lainnya. Tarian ini ditampilkan sebagai penghargaan bagi para hadirin dan tamu undangan.   

 Hari ketiga peserta menuju lokasi wisata Taman Baluran “little Africa ini Java” yang dipandu oleh guide Fa’at. Di kawasan ini peserta disuguhkan dengan berbagai macam konservasi dan hewan-hewan alam. Peserta dapat berkenalan dengan hewan-hewan yang dilindungi seperti banteng, kerbau, rusa, kera berekor panjang dan sebuah padang rumput yang sangat luas. Di tempat ini sore hari hewan-hewan akan turun mencari makanan.

Fa’at dan Otong selaku guide lokal Banyuwangi mengatakan Pantai Bangsring merupakan sebuah pantai indah terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Destinasi wisata ini menjadi popular dengan adanya snorkeling. Pantai ini juga digunakan sebagai area konservasi terumbu karang. Dipantai ini peserta dapat menikmati keindahan alami alam bawah laut nan sangat mempesona. Pendaran warna warni biota laut ketika diterpa sinar matahari begitu menawan. Binatang laut paling khas dan paling sering ditemui disini adalah hiu berukuran sedang. Namun jangan khawatir jika hiu tersebut akan menggigit karena telah diberi makan sebelumnya.



(Tim Humas Balai Anak Antasena)

 


 







Artikel dari BRSAMPK ANTASENA MAGELANG
http://antasena.kemsos.go.id

URL:
http://antasena.kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=77