BRSAMPK ANTASENA MAGELANG - TERAPI PENYADARAN DIRI PENERIMA MANFAAT


TERAPI PENYADARAN DIRI PENERIMA MANFAAT
Tanggal: Jumat, 16 Oktober 2020
Topik: UPT


(foto bersama dengan pembimbing dan penerima manfaat)

 

BALAI ANAK ANTASENA LAKUKAN TERAPI LINGKUNGAN DAN PENYADARAN DIRI BAGI PENERIMA MANFAAT

Magelang (15 Oktober 2020) – Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Antasena atau yang lebih dikenal dengan Balai Anak Antasena, Singgih Wahyu Purnomo memberikan pembekalan kepada peserta sekaligus memberangkatkan peserta kegiatan Terapi Lingkungan Dan Penyadaran Diri. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Oktober 2020 bertempat di Dolan Deso Boro, Banjarsari - Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui resiko-resiko perilaku tindak kekerasan, untuk mencegah dan menghindari perilaku tindak kekerasan, dan untuk menentukan sikap terhadap pengaruh ajakan melakukan tindak kekerasan.

Dalam kegiatan Terapi Lingkungan dan Penyadaraan Diri ada 2 (dua) materi yang disampaikan. Materi I dari Kapolsek Kalibawang, Kompol Sumina, SH “Menjaga Aset Negara Dari Bahaya Napza Dan Kenakalan Remaja”, dan materi II dari Surianto, SE. M. Pd “Perilaku Tindak Kekerasan Tinjauan Psikologis & Spiritual Serta Upaya Agar Tidak Terjadi Tindak Kekerasan”.



(Kepala BRSAMPK Antasena memberikan pengarahan)

“Dampak /akibat penyalahgunaan narkoba adalah gangguan fungsi otak, gangguan fungsi pernafasan, gangguan fungsi jantung, gangguan fungsi pencernaan, gangguan fungsi paru-paru, dapat mengakibatkan kematian jika over dosis. Tujuan penyelundupan narkoba adalah untuk melemahkan Negara, untuk merusak generasi muda”. Demikian yang disampaikan Kapolsek Kalibawang, Kompol Sumina, SH pada saat materi I yakni Menjaga Aset Negara Dari Bahaya Napza Dan Kenakalan Remaja.

Surianto, SE. M. Pd selaku pemateri II mengatakan bahwa untuk mengurangi tindak kekerasan sebagai manusia harus selalu mengingat Tuhan (lebih memperdalam agama), bergaul dan berteman dengan orang-orang yang baik, menjaga lisan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir kegiatan Kepala Balai Anak Antasena, Singgih Wahyu Purnomo melakukan dialog dengan peserta. Singgih Wahyu Purnomo mengatakan kunci untuk mengurangi kemarahan adalah pada saat ingin marah duduklah; jika masih tetap marah berbaringlah; jika masih tetap marah berwudhu lah; dan jika masih tetap marah solatlah dan berdoalah memohon petunjuk kepada Tuhan. (Tim Humas Balai Anak Antasena)
 







Artikel dari BRSAMPK ANTASENA MAGELANG
http://antasena.kemsos.go.id

URL:
http://antasena.kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=74